Rabu, Januari 21, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Tragedi di Tuban Sport Center: Lamongan FC “Rujak Cingur” Dihajar Perseta 0-5, Alarm Bahaya Liga 4

TUBAN – Debut Lamongan FC di kancah Liga 4 Kapal Api PSSI Jatim Grup C berubah menjadi mimpi buruk. Seperti dikutip dari beritajatim.com, bertanding di tempat netral, Tuban Sport Center (TSC), Minggu (7/12/2025), skuad berjuluk Laskar Hadi Wijaya ini luluh lantak dihajar Perseta Tulungagung dengan skor mencolok 0-5.

Kekalahan ini bukan sekadar “kalah bola”, melainkan sebuah demonstrasi ketidaksiapan mental dan taktik yang mengkhawatirkan bagi tim yang membawa nama besar Lamongan—kota yang dikenal sebagai barometer sepak bola Jawa Timur.

Runtuhnya Mental di Tanah Ranggolawe

Bermain di Tuban Sport Center seharusnya menjadi tempat yang cukup netral dan nyaman. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Lamongan FC terlihat “demam panggung” sejak menit awal menghadapi agresivitas Laskar Badai Selatan (julukan Perseta).

Lima gol yang bersarang ke gawang Lamongan FC adalah bukti rapuhnya koordinasi lini belakang. Dalam sepak bola modern, kebobolan 5 gol dalam satu laga (penta-trick kebobolan) menunjukkan adanya sistem pertahanan yang gagal total (systemic failure), bukan sekadar kesalahan individu.

“Branding” Lamongan vs Realita Liga 4

Perlu diluruskan agar publik tidak salah kaprah: Lamongan FC berbeda dengan Persela Lamongan.

  • Persela Lamongan: Klub profesional yang kini bertarung di Liga 2 (kasta kedua).
  • Lamongan FC: Klub yang berkompetisi di Liga 4 (kasta amatir/pembinaan).

Meski berbeda entitas, membawa nama “Lamongan” memikul beban ekspektasi tinggi. Publik terbiasa melihat standar permainan tinggi ala Laskar Joko Tingkir. Ketika Lamongan FC tampil “seadanya” dan dibantai 0-5, ini mencoreng reputasi sepak bola daerah tersebut.

Pelatih Lamongan FC perlu segera melakukan evaluasi radikal. Masalahnya bukan hanya teknis, tapi mentalitas kompetitif. Di Liga 4 yang menggunakan sistem home tournament (terpusat), kemampuan adaptasi dengan lapangan (seperti di TSC) dan recovery mental yang cepat adalah kunci.

Lampu Kuning di Dasar Grup C

Dengan hasil ini, Lamongan FC terjerembab di dasar klasemen Grup C dengan 0 poin dan selisih gol -5. Grup C sendiri dihuni oleh tim-tim kuat seperti tuan rumah Persatu Tuban, Bumi Wali FC, dan Bojonegoro FC.

Jika tidak ada perbaikan signifikan pada laga selanjutnya melawan tuan rumah Persatu Tuban atau Bojonegoro FC, bukan tidak mungkin Lamongan FC hanya akan menjadi “lumbung gol” di kompetisi ini.

Waktunya Berbenah, Bukan Mencari Alasan

Kekalahan dari Perseta Tulungagung harus menjadi tamparan keras. Manajemen dan tim pelatih tidak bisa berlindung di balik alasan “tim baru” atau “persiapan mepet”. Kompetisi tidak menunggu Anda siap. Warga Lamongan menanti respons nyata di lapangan: bangkit di laga kedua, atau pulang dengan kepala tertunduk. (RFF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles