Senin, Februari 9, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Ejae: Melampaui Batasan Idol, Mengguncang Dunia Lewat Soundtrack Netflix

PrameswaraFM – Di tengah dominasi industri K-pop yang sarat persaingan, kisah sukses tidak selalu datang dari panggung utama. Ejae, dengan nama asli Kim Eun-jae, membuktikan bahwa jalur alternatif bisa membawa kejayaan yang lebih megah. Dari seorang trainee SM Entertainment yang “terlalu tua” untuk debut, ia kini menjadi otak di balik kesuksesan lagu “Golden” dari film animasi Netflix, KPop Demon Hunters. Artikel ini mengulas perjalanan dinamis Ejae, menganalisis bagaimana ia memadukan pengalaman masa lalu dengan keahliannya di masa kini, serta dampaknya yang kritis terhadap lanskap musik global.

I. Sembilan Tahun dalam Bayang-Bayang Debut yang Tak Kunjung Tiba

Kisah Ejae bukanlah cerita instan. Ia menghabiskan satu dekade sebagai trainee di SM Entertainment, salah satu agensi K-pop terbesar. Di sana, ia mengasah bakat menyanyi, menari, dan performa pada tingkat yang sangat tinggi. Namun, label tersebut pada akhirnya tidak pernah memberinya kesempatan debut, baik sebagai anggota grup maupun solois, karena ia dianggap sudah “terlalu tua”.

Namun, kegagalan ini tidak memadamkan semangatnya. Justru, hal tersebut membentuknya menjadi pribadi yang ulet dan kritis. Ia memanfaatkan pengalaman ini sebagai modal berharga saat beralih fokus ke dunia penciptaan lagu dan produksi. Masa-masa sulit itu menjadi bahan bakar yang ia tuangkan dalam setiap karyanya, termasuk “Golden”.

II. Dari Red Velvet hingga Mengguncang Panggung Global Netflix

Setelah meninggalkan SM Entertainment pada 2011 dan melanjutkan pendidikan di New York University, Ejae mulai menapaki karier sebagai pencipta lagu. Terobosan besar pertamanya datang saat ia turut menulis topline untuk lagu “Psycho” milik Red Velvet, yang berhasil meraih sertifikasi gold di Amerika Serikat. Ini menjadi bukti awal talentanya di balik layar.

Namun, pencapaian terbesarnya datang ketika ia didapuk menjadi salah satu pencipta lagu untuk KPop Demon Hunters. Tak hanya menulis, Ejae juga dipercaya untuk menjadi pengisi suara karakter Rumi. Lagu utama dari film ini, “Golden,” yang ia tulis bersama Mark Sonnenblick, tak disangka meledak di seluruh dunia. Lagu tersebut berhasil menduduki puncak tangga lagu Billboard Global 200 dan juga memuncaki tangga lagu di berbagai negara, termasuk Inggris dan Korea Selatan. Kesuksesan ini tidak hanya diraih karena melodi yang adiktif, tetapi juga karena liriknya yang kuat, yang menyentuh tema ketahanan dan perjuangan untuk bersinar.

III. K-Pop Demon Hunters: Sebuah Kemenangan Estetika dan Narasi

Kesuksesan “Golden” juga tidak bisa dilepaskan dari peran krusialnya sebagai “I Want Song” dalam struktur musikal film, yang dengan sempurna merangkum aspirasi para karakter. Kritikus memuji bagaimana lagu ini berhasil memadukan narasi yang mendalam dengan kualitas pop yang catchy, menjadikannya lagu yang sangat relevan dan mudah diterima oleh penonton global.

Bahkan, lagu ini menjadi viral dengan adanya “Golden Challenge” di berbagai platform video, di mana para penggemar meniru koreografi energiknya. Hal ini menunjukkan bahwa musik dari KPop Demon Hunters tidak hanya sekadar soundtrack pendukung, tetapi juga fenomena budaya pop tersendiri.

Kesimpulan:

Perjalanan Ejae adalah narasi inspiratif tentang ketekunan, adaptasi, dan penemuan diri. Ia adalah representasi dari para seniman yang tidak menyerah pada kegagalan, melainkan menggunakannya sebagai fondasi untuk membangun kejayaan yang lebih otentik. Kisahnya menjadi pelajaran berharga bagi industri musik: bahwa bakat sejati akan selalu menemukan jalannya, entah dari panggung megah seorang idol atau dari balik layar seorang penulis lagu yang kini bersinar “golden”. (RFF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles