Jumat, Oktober 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Menyambut Era Koding dan Kecerdasan Artifisial, Statistika UNAIR Ajak Guru Berinovasi Lewat MIT App Inventor dan Canva

LAMONGAN – Perkembangan teknologi digital membawa perubahan dalam dunia pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu beradaptasi dengan teknologi yang mendukung pembelajaran. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi S1 Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar pelatihan koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi guru SMP Negeri 1 Pucuk, Kabupaten Lamongan, pada Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengenalkan MIT App Inventor dan Canva sebagai sarana untuk mempelajari pemrograman visual sekaligus mengembangkan kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran digital. Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Airlangga Tahun 2026 melalui skema Program Kemitraan Masyarakat Desa Binaan (PKM-DB), dengan pendanaan dari Universitas Airlangga.

Koding kerap dianggap sebagai keterampilan yang hanya dapat dipelajari oleh orang dengan latar belakang teknologi. Padahal, pemrograman dapat dikenalkan melalui pendekatan visual yang lebih mudah dipahami pemula. MIT App Inventor memungkinkan pengguna menyusun instruksi menggunakan blok visual untuk membuat aplikasi sederhana tanpa harus langsung menulis kode yang kompleks.

Melalui platform tersebut, guru berpeluang mengeksplorasi pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi, seperti penyampaian materi, latihan soal, maupun aktivitas belajar interaktif. Sementara itu, Canva diperkenalkan untuk membantu guru menyusun presentasi, mengembangkan materi visual, serta memanfaatkan fitur desain dan fitur berbasis AI sesuai kebutuhan pembelajaran. Kedua platform ini menawarkan pendekatan yang saling melengkapi dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih kreatif dan komunikatif.

Dalam kegiatan tersebut, tim Prameswara FM yang dipimpin reporter Syerli Zulanda melakukan reportase dan wawancara dengan Koordinator Program Studi Statistika UNAIR, Toha Saifudin; Ketua Pengusul Pengabdian kepada Masyarakat, Siti Maghfirotul Ulyah; serta Kepala SMP Negeri 1 Pucuk, Muhammad Said. Wawancara membahas pentingnya keterampilan koding dan kecerdasan artifisial bagi guru, alasan pemilihan platform pelatihan, serta peluang penerapan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan, penyerahan plakat, dan penandatanganan Implementation Agreement sebagai bagian dari penguatan kerja sama. Sebelum materi disampaikan, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal. Guru kemudian memperoleh materi dan praktik penggunaan MIT App Inventor serta Canva, dilanjutkan dengan post-test untuk mengevaluasi pemahaman setelah pelatihan.

Pendekatan praktik menjadi bagian penting agar guru tidak hanya mengenal teori, tetapi juga memahami penggunaan teknologi dan peluang penerapannya dalam pembelajaran. Meski demikian, pemanfaatan teknologi, terutama AI, tetap membutuhkan sikap kritis dan bertanggung jawab. Informasi yang dihasilkan perlu diperiksa, sementara media yang digunakan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Teknologi bukan pengganti guru, melainkan sarana untuk memperkaya strategi mengajar.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui pengembangan kompetensi pendidik, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah.

Program ini juga mendukung AIRLEARN (Airlangga Inclusive and Resilient Lifelong Education, Access, Resources, and Network), yaitu Akselerasi Pembelajaran Sepanjang Hayat melalui Akses Pendidikan Terbuka, Peningkatan Keterampilan, Teknologi Pembelajaran, dan Pemberdayaan Pendidikan Masyarakat. Melalui pelatihan ini, Statistika UNAIR berharap guru SMP Negeri 1 Pucuk dapat terus mengembangkan keterampilan digital dan menerapkannya sesuai kebutuhan pembelajaran, sehingga inovasi teknologi dapat menjadi bagian dari praktik pendidikan sehari-hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles