PrameswaraFM – Setelah bertransformasi dari label besar menjadi artis independen, Jinan Laetitia menandai babak baru perjalanan bermusiknya dengan merilis single krusial berjudul “Pemula” pada 24 Oktober 2025. Lagu ini bukan sekadar single pembuka menuju Extended Play (EP) mendatang, melainkan sebuah “prasasti dari keberanian” yang mewakili eksplorasi musikal berbeda dan “kejujuran penuh” dalam proses penciptaan lagu. “Pemula” adalah cara Jinan Laetitia mengekspresikan diri dengan sebebas-bebasnya , terdengar seperti napas segar yang riuh dan jujur tanpa riasan.
Artikel ini akan mengupas tuntas filosofi di balik single “Pemula,” menganalisis dinamika emosi dan musiknya, serta menyoroti relevansinya sebagai fondasi baru di dunia musik independen.
I. Filosofi “Pemula”: Kekuatan di Balik Ketidakpastian Awal
Judul “Pemula” adalah refleksi dari fase hidup Jinan yang sedang mengalami banyak “new beginnings” (awal baru). Keputusan Jinan untuk keluar dari label lama dan memulai hubungan baru terjadi bersamaan, menciptakan perpaduan antara excitement (semangat) dan fear (ketakutan).
Namun, alih-alih terperangkap dalam ketakutan, Jinan mengambil inspirasi dari masa lalu: “Aku inget dulu waktu pertama kali bermusik, aku gak punya apa-apa, gak tau apa-apa, tapi ternyata bisa jalan”. Filosofi inilah yang menjadi inti dari lagu ini: semangat menjadi seorang pemula (spirit of being a beginner) , yaitu keyakinan bahwa jika seseorang berhasil melalui ketidakpastian di masa lalu, ia pasti bisa melakukannya lagi.
II. Anatomi Lirik dan Musik: Cinta yang Kompleks dalam Ritme Kota Jakarta
“Pemula” adalah lagu cinta, tetapi dikemas jauh dari kesan manis bergula. Jinan memilih untuk menggunakan gaya bahasa sehari-hari yang jujur, realistis, dan hangat. Liriknya lahir dari sebuah hubungan yang berada di titik naik-turun yang ekstrem.
- Lahir dari Kesulitan: Lagu ini berawal dari momen di mana Jinan merasa sangat capek dan ingin menyerah. Namun, setelah sempat putus, ia sadar akan rasa sedih dan kosong tanpanya, menyadari bahwa ia tidak ingin hidup tanpa orang itu.
- Harapan di Tengah Kekacauan: Pengalaman pahit ini diubah menjadi sesuatu yang optimis. Jinan menyadari bahwa tidak ada hubungan yang mudah, tetapi jika kedua belah pihak mau terus belajar, pasti ada jalan. Perasaan inilah yang membuat lagu ini tetap memiliki harapan.
- Kolaborasi Kreatif: Jinan menulis lagu ini bersama tunangan sekaligus partner kreatifnya, Matter Mos. Musiknya digarap bersama Greybox, salah satu produser elektronik yang diakui saat ini.
Dari segi musik, “Pemula” merepresentasikan gegap gempita suasana pagi hari di Jakarta yang serba tergesa-gesa , namun nuansanya cepat, berdenyut, dan tetap lembut, memantulkan nyala harapan di tengah kekacauan.
III. Edukasi Relevansi: Mengapa Kita Berjuang?
Melalui “Pemula,” Jinan menyampaikan pesan yang sangat relevan dan edukatif kepada pendengar. Ia berharap orang yang mendengar lagu ini dapat mengingat makna di balik segala hal yang mereka lakukan.
“Kenapa kita kerja, kenapa kita berjuang, kenapa kita masih bertahan di sesuatu yang kadang bikin capek. Karena selalu ada sesuatu yang lebih besar di baliknya. Entah itu cinta, keluarga, mimpi, atau bahkan cuma rasa ingin jadi lebih baik,” ujarnya. Pesan ini menekankan bahwa setiap perjuangan, meskipun sulit, memiliki motivasi yang lebih besar.
“Pemula” dirilis di bawah label Pon Your Tone dan menjadi pembuka EP berjudul sama yang berisi lima lagu. Single ini sudah tersedia di semua digital streaming platform, dan video liriknya dirilis pada tanggal yang sama di kanal YouTube Jinan Laetitia. (RFF)



