PrameswaraFM – Grup musik indie-rock asal Tangerang Selatan, HE3X (dibaca: heks) , kembali menggebrak dengan rilisan terbaru mereka, single berjudul “Where Do We Go?”. Lagu ini, yang diluncurkan dalam format official music video pada Kamis, 16 Oktober 2025, melalui kanal YouTube resmi mereka, menandai pergeseran nuansa. Jika sebelumnya dikenal lewat eksplorasi power pop/alternative yang introspektif dan enerjik , kali ini HE3X tampil lebih hangat, reflektif, dan kontemplatif.
“Where Do We Go?” bukan sekadar lagu. Ini adalah perjalanan sonik yang sunyi , sebuah eksplorasi jujur atas kegamangan dan pencarian makna diri di tengah hiruk pikuk kehidupan modern.
I. Anatomi Musik: Menangkap Kerumitan Eksistensial dalam Ritme Elektronik Lembut
“Where Do We Go?” lahir dari pertanyaan sederhana namun mendasar yang kerap menghantui banyak orang: ke mana kita akan melangkah selanjutnya? HE3X berhasil merangkum kerumitan eksistensial itu ke dalam kesederhanaan melodi.
- Nuansa Musik: Lagu ini menampilkan sisi melankolis dan lembut , didominasi oleh nuansa electronic dengan sentuhan pop alternatif. Musik ini memantulkan perasaan cepat dan berdenyut, namun tetap lembut di tepinya, sebuah nyala harapan di tengah kekacauan.
- Latar Belakang Lirik: Lirik lagu ini lahir secara spontan dari momen ketika seseorang berkendara sendirian di dini hari, pikiran yang penuh pertanyaan setelah hiruk pikuk aktivitas sehari-hari.
- Proses Kreatif: Beranggotakan Alexandra (vokal, synthesizer), Harrya Rivani (gitar, vokal), Aryandra Kareem (gitar, produser) , Fathara Rizqi (bass), dan Bimo Hadi (drum), HE3X melalui proses kreatif yang panjang. Lirik sempat direvisi saat rekaman, sementara pemilihan instrumen bersifat eksperimental, lahir dari respons atas dinamika kehidupan pribadi para personel. Alexandra, sebagai penulis lirik, menyatakan lagu ini sangat personal bagi mereka, di mana setiap personel mencoba menjawab pertanyaan eksistensial lewat musik.
II. Visual dan Kontinuitas: Kejujuran dalam Slow Motion
Untuk memperkuat narasi lagu, HE3X menggarap official music video (MV) “Where Do We Go?” dengan konsep unik:
- One-Take-Shot dan Slow Motion: MV ini menggambarkan perjalanan yang sunyi namun sarat makna.
- Produksi Mandiri: Proses pengambilan gambar dilakukan secara mandiri oleh seluruh personel HE3X, dibantu oleh Agustinus sebagai videografer sekaligus editor.
- Pesan Visual: Visual ini menegaskan kejujuran yang ingin disampaikan band: terkadang perjalanan paling berharga adalah saat kita berani berhenti sejenak dan bertanya, ke mana sebenarnya tujuan kita.
MV ini hadir setelah HE3X merilis maxi-single “Waktunya” pada Juni 2024.
III. Rilisan Ganda dan Prospek Jangka Panjang
Sebagai pelengkap perjalanan sonik ini, HE3X juga akan merilis side-B berjudul “You” di berbagai digital streaming platform tidak lama setelah peluncuran video klip “Where Do We Go?”.
- Aksesibilitas: Single “Where Do We Go?” dapat didengarkan di berbagai layanan streaming musik mulai Jumat, 31 Oktober 2025.
- Visi: Band ini terbentuk dari lima individu dengan latar belakang musikal berbeda namun memiliki visi yang sama: mengeksplorasi keseharian, keresahan, dan perjalanan manusia melalui bunyi. Musik mereka memadukan elemen elektronik, pop, dan alternatif, menghasilkan karakter khas yang reflektif.
HE3X membuktikan bahwa musik indie Indonesia terus berkembang, menawarkan kedalaman emosi dan narasi yang relevan bagi pendengar di tengah kompleksitas kehidupan modern. (RFF)



