Senin, Juli 22, 2024
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Tausiyah Gus Miftah dan Sholawat bersama Gus Azmi Meriahkan Penutupan Festival Ramadhan Megilan Lamongan

Bertempat di halaman GOR Lamongan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Wabup Abdul Rouf dan jajaran Forkopimda Lamongan, Minggu (9/4) malam menghadiri dan mengikuti tausiyah/ceramah agama dari Gus Miftah dan gebyar sholawat bersama Gus Azmi dan Gus Ahkam dalam penutupan Festival Ramadhan Megilan Vol 2.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes mengungkapkan, Festival Ramadhan Megilan Vol 2 yang telah berlangsung selama 3 hari ini berjalan sukses dan lancar. Kesukaan ini akan terus ditingkatkan kualitasnya di tahun-tahun berikutnya. 

“Alhamdulillah Festival Ramadhan Megilan Vol 2 berjalan sukses dan lancar. Kesuksesan ini akan terus kami tingkatkan kualitasnya di tahun-tahun berikutnya. Terima kasih kepada seluruh penyelenggara, tim suporting, UMKM yang turut serta berpartisipasi, dengan demikian pada hari ini Festival Ramadhan Megilan saya nyatakan di tutup,” ucap Bupati Lamongan.

Untuk melengkapi kebarokahan acara ini, Pak Yes mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk mengikuti tausiyah/ceramah agama dari Gus Miftah dan sholawatan bersama Gus Azmi dan Tim Hadrah Syubbanul Muslimin dengan khidmat.

Mengawali tausyiahnya dengan pantun yang mendapat antusias dari para jamaah, mubaligh yang bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman menyampaikan tentang arti cinta, sesuai sabda nabi bahwa Allah SWT merindukan manusia tidak hanya sekedar cinta tetapi dicintai.

“Surga merindukan 4 golongan, pertanyaannya sudahkah surga merindukan kita, maka hadirlah menjadi orang yang dicintai oleh Allah SWT. Jika ada kemauan pasti banyak jalan. Jadikanlah pribadi yang nafsul mutmainnah (jiwa yang telah mendapat ketenangan, red). Ketika menghadap Allah SWT modal kita cukup, karena dilandasi dengan ikhlas, oleh karena itu dihadirkanlah puasa,” tutur Gus Miftah.

Lebih lanjut Gus Miftah menjelaskan, jika amalan lainnya bisa saja dipamerkan, tetapi puasa tidak. 

“Ibadah haji bisa dipamerkan, sedekah, sholat dan lainnya bisa di pamerkan, tapi puasa tidak. Masa kita harus mengeluarkan bau mulut untuk membuktikannya pada Pak Bupati. Tidak, bisa saja itu sakit sariawan. Maka satu-satunya ibadah yang tidak dipamerkan adalah puasa. Diposting juga tidak bisa,” lanjutnya. 

Untuk itu sesuai sabda nabi, sesungguhnya surga itu merindukan empat golongan yakni, orang-orang yang membaca Al Qur’an, orang yang menjaga lidah/ucapannya, orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadan.

“Jika manusia ingin bercakap-cakap dengan Allah SWT, maka bacalah Al-Qur’an, bahkan saya sepakat anak-anak saat tadarus malam itu tetep memakai soud yang diatur volumenya, sehingga tetap semangat. Sementara untuk menjaga lisan saat ini bisa dengan menjaga jempol kita, tidak cuit sembarangan yang bisa mendatangkan kemurkaan Allah SWT,” imbuh mubaligh nyetrik itu. 

Termasuk memberi makan orang yang kelaparan, Gus Miftah bahkan mencontohkan bahwa mental seseorang bisa dilihat dari cara memberi. 

“Orang kaya itu bukan yang bisa membeli segalanya, tetapi orang yang tidak bisa dibeli orang yang punya segalanya,” pungkasnya.

PrameswaraFM