Senin, Juli 22, 2024
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Pemkab Lamongan Implementasikan 11 Prioritas Pembangunan Sebagai Akselerator Kebangkitan Ekonomi Sosial Masyarakat

Membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lamongan Tahun 2024 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pembangunan Daerah Bappelitbangda) Kabupaten Lamongan di Ruang Pertemuan Gajah Mada, Kamis (30/3), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa untuk mempercepat kebangkitan ekonomi sosial masyarakat di tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Lamongan akan mengimplementasikan 11 Program Prioritas.

11 program prioritas tersebut yakni, Lamongan Sehat, PERINTIS (Pendidikan Berkualitas dan Gratis bagi yang kurang sejahtera), JAMULA (Jalan Mantap dan Alus Lamongan), Yakin Semua Sejahter (YSS), Desa Berjaya, Lumbung Pangan Lamongan, Ramasinta (Pariwisata Ramah dan Terintegrasi), UMKM Naik Kelas, Young Entrepreneur Succes, 100% Pelayanan Publik Berkualitas, serta Prestasi Pemuda dan Olahraga.

“Berdasarkan dokumen RPJMD 2021-2026 dan memperhatikan arah kebijakan Provinsi Jawa Timur, rencana kerja pemerintah pusat sebagai wujud pendekatan dasar, perencanaan tematik, holistik, integratif dan spasial, maka tema pembangunan RKPD 2024 yakni Aktivasi Perekonomian untuk Menjaga Ketahanan Ekonomi Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Demi mewujudkan tema tersebut, Pemkab lamongan akan mengimplementasi 11 program prioritas pembangunan sebagai akselerator/percepatan kebangkitan ekonomi sosial masyarakat,” ucap Bupati Lamongan.

Pak Bupati juga menekankan pentingnya memahami skala prioritas pembangunan, sudah saatnya dalam menerjemahkan program dan perencanaan keuangan menggunakan pendekatan money follow program, yakni alokasi anggaran pembangunan diorientasikan pada pencapaian program prioritas, bukan pada tugas dan fungsi. Untuk itu, Beliau mengajak seluruh pimpinan perangkat daerah dan camat dituntut agar mendorong semua unsur staf mengedepankan inovasi, melakukan benchmarking dan menjalin sinergitas.

“Jadikan dokumen RKPD tahun 2024 sebagai pedoman dalam pelaksanaan program, kegiatan dan penggunaan anggaran di masing-masing perangkat daerah. Sesungguh kunci keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik yang sedang kita jalani di tahun kedua RPJMD dan yang sedang kita rencanakan untuk tahun 2024 adalah kolaborasi dan responsif. Dengan gagasan-gagasan yang cemerlang dan inovasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman maka akan mengantarkan Lamongan mencapai kejayaannya,” terangnya.

Sementara itu, diterangkan Ketua DPRD Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur, Musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Lamongan tahun 2024 ini salah satu tujuannya yakni mengetahui pokok-pokok pikiran dari DPRD Kabupaten Lamongan yang dilaksanakan dengan mengakomodir usulan berbagai masukan dari hasil penyerapan aspirasi masyarakat baik melalui sidak, reses, musrenbag desa dan musrenbang kecamatan sesuai dapil anggota dewa.

Secara umum terdapat 7 prokok-pokok pikiran DPRD yakni Bidang Pendidikan yang meliputi (beasiswa pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, dan pembangunan/rehab lembaga sekolah), Bidang Kesehatan (penanganan stunting), Bidang Ketenagakerjaan (peningkatan sarana, prasarana dan SDM pada balai latihan kerja agar berdaya saing, pengawasan serta memberikan fasilitas bagi lulusan, melakukan pengawasan UMK bagi tenaga kerja di perusahaan, pengawasan bagi tenaga kerja asing terkait masa kerjanya), Bidang Infrastruktur (Pembangunan poros desa/poros strategis, pembangunan tembok penahan tanah, pengerukan embung/waduk, penerangan jalan umum), Bidang Ekonomi (Pengawasan usaha mikro, Bidang Pariwisata, Bidang Pertanian (pemberdayaan kelompok tani, pengadaan alsinta dan pupuk), serta Bidang Sosial yang kemudian dokumennya diserahkan langsung kepada Bupati Lamongan.

“Pokok-pokok pikiran dari DPRD Kabupaten Lamongan telah diinput dalam SIPD yang selanjutnya akan disediakan untuk saudara Bupati, Saya berharap pokok-pokok pikiran DPRD dapat diakomodir dan dijadikan masukan dalam rumusan yang diprioritaskan dalam prioritas tahun 2024. Semoga musrenbang kali ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamongan,” ungkap Abdul Ghofur.

Hadir pula dalam acara tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Timur Benny Sampirwanto sekaligus menyampaikan arahan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjelaskan, bahwa capaian Indikator Kinerja Jawa Timur memberikan kontribusi terhadap perekonomian Pulau Jawa sebesar 25,25 persen dan terhadap Perekonomian Nasional sebesar 14,26 persen. Tentunya ini semua atas dukungan seluruh daerah tak terkecuali Kabupaten Lamongan dimana pertumbuhan ekonominya 5,56 persen tahun 2022.

“Saya sering mendampingi ibu Gubernur ketika melakukan misi dagang, dan pasti ada orang dari Lamongan. Tadi saya juga mengobrol dengan Pak Bupati orang Jawa ini kan banyak yang ingin menjadi polisi, tentara dan birokrat lainnya, tapi gennya orang Lamongan ini agak berbeda, yakni dagang. Bisa bersaing dengan orang Madura dan Padang. Bahkan besaran APBD Kabupaten Lamongan 3,4 triliun, tentunya ini disumbang dari gennya orang Lamongan yang kata Pakde Karwo petarung,” ucap Benny.

Benny Sampirwanto juga menyebutkan bahwa prioritas percepatan pembangunan kawasan di Kabupaten Lamongan ini ada 24 proyek dimana 5 diantaranya dalam proses penyelesaian. “Mohon peran kabupaten untuk menyediakan mudahnya penyediaan Readiness criteria, fasilitasi perijinan, fasilitasi kesesuaian tata ruang, penyediaan lahan dan koordinasi stakeholder,” pungkasnya.