Senin, Juli 22, 2024
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Digitalisasi Penyaluran Bantuan, untuk YSS Lebih Tepat Sasaran

Sebagai bentuk komitmen Kabupaten Lamongan dalam merealisasikan 11 program yang menjadi prioritasnya di tahun 2023, pada Selasa (21/3) bertempat di Alun-alun Lamongan, oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi diserahkan secara simbolis Kartu YSS (Yakin Semua Sejahtera) sebagai bantuan insentif pengurus takmir masjid, pengasuh pondok pesantren, rohaniawan Kristen dan Hindu, imam musholla, guru ngaji, juga modin. Diungkapkan beliau, bahwa program YSS ini diwujudkan dalam bentuk kartu ATM sebagai wujud digitalisasi non tunai, dengan maksud agar lebih tepat sasaran.

“Hari ini kami menyerahkan secara simbolis bantuan program YSS. Penyerahan kali ini kami berikan dalam bentuk ATM, karena sudah waktunya ini kita lakukan secara digital dan non tunai, agar lebih tepat sasaran, lebih mudah,” terang Bupati Lamongan.

Dikatakan Bupati Lamongan, Pemkab Lamongan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik dalam mensejahterakan masyarakat. Pemberian insentif ini sebagai bentuk keterikatan anatara Pemkab Lamongan dengan sekuruh tokoh agama dan tokoh masyarakat di Lamongan.

“Inilah ikatan kita, Pemkab Lamongan dengan seluruh tokoh agama, rohaniawan yang ada di tengah-tengah masyarakat, untuk terus mengembangkan kemaslahatan, kebaikan, karena harmonisnya masyarakat Lamongan ini adalah tanggungjawab kita semua. Kami terus berusaha memberikan, mohon maaf kalau dirasa kurang berarti, mudah-mudahan memberikan kebarokahan,” pungkas Bupati Lamongan.

Dilaporkan Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan Moh. Nalikan, bahwa sasaran penerima insentif Program YSS ini terdiri dari 1.990 takmir masjid, 387 pengasuh pondok pesantren, 16 orang rohaniawan Kristen, 1 orang rohaniawan Hindu, 2.417 Modin, 4.911 orang imam musholla, 12.278 orang guru ngaji (Madin dan TPQ), dengan total alokasi anggaran Rp. 7.276.706.000.

“Pelaksanaan kegiatan penyerahan Kartu YSS kepada pengasuh pondok pesantren, pengurus takmir masjid, rohaniawan Kristen dan Hindu, Imam mushola dan modin merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kabupaten Lamongan, sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD 2021-2026 dengan tujuan merawat harmonisasi sosial untuk terwujudnya kesalehan sosial,” lapor Sekda Nalikan.

Program YSS sendiri merupakan program yang difokuskan untuk meningkatkan pendapatan keluarga penerima dengan prioritas kepala rumah tangga perempuan (KRTP), penerima bansos, lansia, untuk program pemberdayaan perempuan, juga kesejahteraan tokoh masyarakat dan tokoh agama (takmir, modin, rohaniawan).

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pengukuhan Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Lamongan masa jabatan 2023-2026 dengan ketua pelaksana H. Sonhaji. Hadir pula penceramah agama K.H. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) menyampaikan tausiyah tentang konsep roiyah.