Senin, Februari 9, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Selamat Tinggal “Ngos-ngosan”! 200 Abang Becak Lansia Lamongan Kini Punya “Senjata Baru” Becak Listrik dari Prabowo

PrameswaraFM – Bayangkan rutinitas Pak Tarjani atau Pak Atemo, dua dari ratusan abang becak di Lamongan. Puluhan tahun kaki mereka menjadi tumpuan hidup, mengayuh pedal di bawah terik matahari, melawan gravitasi dan usia yang tak lagi muda. Napas yang “ngos-ngosan” adalah lagu harian mereka.

Namun, hari ini, Selasa (3/2/2026), lagu itu berubah menjadi senyum merekah. Berdasarkan laporan valid dari beritajatim.com , 200 unit Becak Listrik (Belis) telah resmi diserahterimakan di gudang Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan, Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung.

Ini bukan sekadar bagi-bagi kendaraan. Ini adalah Revolusi Humanis. Bantuan yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) ini menargetkan kelompok spesifik: Abang becak berusia 50 tahun ke atas.

Mengapa Becak Listrik?

Mari kita bedah secara saintifik dan sosial. Mengapa switch ke listrik ini krusial?

  1. Efisiensi Energi Manusia: Secara fisiologis, lansia memiliki keterbatasan kardiovaskular. Dengan becak listrik, tenaga fisik (muscle power) digantikan oleh Tenaga Baterai. Abang becak tidak perlu lagi menguras tenaga saat menanjak atau membawa beban berat. Cukup “tarik gas”, roda berputar.
  2. Ekonomi Hijau (Green Economy): Di tengah isu perubahan iklim, becak listrik adalah solusi zero emission untuk transportasi jarak pendek (last-mile connectivity). Tidak ada asap, tidak ada bising. Lamongan sedang bergerak menuju kota yang lebih ramah lingkungan.
  3. Peningkatan Produktivitas: Dengan fisik yang tidak cepat lelah, durasi kerja bisa lebih optimal. Cakupan jarak tempuh pun bisa lebih jauh. Artinya? Potensi pendapatan harian Pak Becak bisa meningkat signifikan tanpa mengorbankan kesehatan mereka.

Sinergi Pusat dan Daerah

Dalam seremoni tersebut, Direktur Perencanaan GSN, Mayjen (Purn) Firman Dahlan, bersama Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes), menegaskan bahwa ini adalah wujud nyata sila kelima Pancasila.

“Tukang becak adalah tulang punggung keluarga yang sering terlupakan. Dengan alat ini, mereka bisa mencari nafkah dengan lebih bermartabat,” ujar perwakilan GSN. Pak Yes pun menambahkan bahwa Pemkab akan memonitor pemanfaatan becak ini agar tepat sasaran dan terawat.

Memanusiakan Manusia

Program ini lebih dari sekadar bantuan alat. Ini adalah upaya “Memanusiakan Manusia”. Di usia senja, para pejuang keluarga ini tidak seharusnya lagi bertaruh nyawa dengan fisik yang renta.

Teknologi hadir bukan untuk menggusur tradisi, tapi untuk memperkuatnya. Becak tetap ada sebagai ikon budaya, tapi kini ia bertenaga, sekuat semangat bapak-bapak pengemudinya.

Selamat bekerja dengan “senjata baru”, Pak! Semoga rezekinya makin lancar dan ngos-ngosan-nya hilang selamanya. (RFF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles