Prameswara FM — Serangan rudal balistik Iran menghantam sebuah gedung bertingkat di pusat Kota Tel Aviv, Israel, pada Senin (16/6/2025), menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai lebih dari 30 lainnya. Rudal tersebut diduga sebagai balasan atas serangan udara Israel terhadap fasilitas militer Iran beberapa hari sebelumnya.
Menurut laporan dari The Wall Street Journal, rudal menghantam bangunan yang berada di dekat markas besar pertahanan Israel. Serangan ini juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas diplomatik, termasuk gedung konsulat Amerika Serikat yang berada di kawasan tersebut.
Pakar keamanan Michael Shoebridge menilai serangan ini menunjukkan celah dalam sistem pertahanan Israel. “Iron Dome dan sistem multilapis lainnya memang berhasil mencegat banyak rudal, tetapi jelas masih ada yang lolos. Ini membuktikan bahwa kemampuan ofensif Iran belum sepenuhnya dilemahkan,” ujarnya
Warga yang tinggal di sekitar lokasi serangan mulai meragukan efektivitas ruang perlindungan safe room yang sebelumnya dianggap aman. Laporan The Times menyebutkan bahwa ruang perlindungan di salah satu gedung apartemen di Petah Tikva ikut rusak akibat guncangan.
Sementara itu, pihak militer Israel memastikan tidak ada gangguan pada perjalanan kereta atau aktivitas militer strategis lainnya. Namun, pemerintah segera meningkatkan kesiapsiagaan dan memperketat pengamanan di seluruh kota besar di wilayah selatan dan tengah Israel.
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan akan menanggapi serangan ini secara “proporsional dan tegas”, sambil terus melakukan koordinasi dengan sekutu internasional. Hingga berita ini diturunkan, Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai klaim tanggung jawab serangan tersebut.



