Menjadi salah satu tradisi budaya yang diakui sebagai Intangibel Cultural Haritage atau Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional sejak 2021, tradisi Mendak Sanggring terus di rawat dan dilestarikan, terbukti tradisi ini telah menjadi acara tahunan masyarakat Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang Lamongan sejak ribuan tahun lalu hingga sekarang. 

Secara turun temurun, ritual adat warisan budaya adiluhung ini setiap tahunnya diperingati oleh masyarakat Desa Tlemang bertepatan dengan upacara sedekah bumi. 

Mendak Sanggring sendiri merupakan ritual adat masyarakat Desa Tlemang sebagai bentuk tradisi peringatan tahunan atas diwisudanya Ki Buyut Terik oleh Sunan Giri keempat sebagai pemimpin di Desa Tlemang. Pada saat itu, prosesnya dilaksanakan pada setiap tanggal 24 hingga 27 Jumadil Awal Tahun Hijriah. Wujud peringatan tersebut, yakni dengan disajikannya makanan khas Sanggring, yakni masakan kuah yang berisi ayam. Unikannya, semua yang memasak harus laki-laki. 

Hadir di kediaman Kades Tlemang Aris Pramono dan dilanjutkan ziarah ke makam Ki Buyut Terik, Kamis (22/12), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan terima kasihnya atas pelestarian budaya yang dilakukan masyarakat Tlemang. Menurutnya, banyak sekali warisan budaya yang bernilai tinggi namun telah punah akibat tidak adanya pelestarian.  “Kita ini pewaris budaya, tradisi budaya yang baik, tidak menyimpang dari ajaran Islam sepatutnya terus kita jaga. Saya harap budaya ini terus dilestarikan dan dipertahankan, budaya ini sebagai peringatan atas dilantiknya Ki Buyut Terik yang waktu itu dilantik oleh Sunan Praben atau Sunan Giri keempat. Selain itu tradisi ini juga menandakan bahwa Desa Tlemang ini kaya akan budaya,” tutur Bupati Lamongan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini