Rabu, Oktober 28, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Jagung Rekayasa Genetik di Banyubang Dipastikan Halal dan Tingkatkan Produktivitas

Prameswara FM- Jagung hasil rekayasa genetik (GMO) yang ditanam di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, dipastikan halal oleh Kepala BPJPH Kemenag, Ahmad Haikal Hasan Baras, saat menghadiri panen raya, Selasa (10/6/2025).

Haikal menegaskan bahwa jagung GMO ini tidak memerlukan sertifikasi halal karena termasuk dalam daftar positif BPJPH. “Ini 100 persen halal, dari benih sampai panen. Tidak perlu diperdebatkan,” ujarnya.

Selain kehalalan, Haikal menyoroti kontribusi jagung ini terhadap ketahanan pangan nasional, sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk swasembada pangan. Ia juga menyatakan bahwa produk ini akan segera disosialisasikan secara nasional.

Panen perdana menunjukkan hasil menggembirakan. Kepala Desa Banyubang, Mohammad Rokib, menyebut produktivitas mencapai 11–11,5 ton per hektar, meningkat 16–20 persen dibanding jagung biasa. Dengan biaya benih hanya sedikit lebih mahal, jagung GMO menghasilkan tongkol lebih besar dan padat.

Jagung ini juga tahan terhadap hama dan cuaca ekstrem, mengurangi kebutuhan pestisida. “Biasanya semprot tiga kali, sekarang cukup sekali di awal tanam. Biaya produksi turun,” jelas Rokib.

Dari sisi ekonomi, petani mendapat tambahan penghasilan hingga Rp5,5 juta per hektar. Keuntungan bersih bisa mencapai Rp20–25 juta per hektar.

Ketua KTNA Nasional, Mohamad Yadi Sofyan Noor, menyebut ini sebagai tonggak baru pertanian Indonesia. Jagung ini telah diuji di berbagai daerah dan hasilnya konsisten baik.

Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, mengapresiasi keberhasilan ini dan mendukung perluasan penggunaan jagung GMO di Lamongan. “Solusi nyata—halal, efisien, dan produktif,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles