Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Fashion Competition Batik dan Tenun khas Lamongan di Sport Center Lamongan. Kegiatan tersebut untuk upaya melestarian warisan budaya bangsa melalui batik dan tenun khas Lamongan.

“Melalui inovasi-inovasi seperti ini, memperlihatkan bahwa batik Lamongan tidak akan pernah kalah dan ketinggalan zaman. Sehingga akan terus kita perkenalkan kepada masyarakat untuk memakai batik,” tutur Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

Ada 250 peserta turut berpartisipasi dalam kompetensi tersebut, yang terbagi di Kategori A (usia 15-25 tahun) sebanyak 46 peserta, Kategori B (usia 26-45 tahun) sebanyak 49 peserta, kategori C (usia 45 keatas) sebanyak 11 peserta, dan beregu sebanyak 27 kelompok.

Para peserta menampilkan berbagai kreasi busana kebaya yang dibalut dengan batik dan tenun khas Lamongan mulai dari bandeng lele, singomengkok, daun ploso, boran, maduraksa dan lainnya.

Melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta, Ketua Dekranasda Lamongan, Anis Kartika  dan Yuhronur Efendi, berharap kegiatan yang diselenggarakan pertama kalinya tersebut dapat menjadi cikal bakal kemajuan Dewan Kerajinan Nasional Daerah. 

“Kedepannya acara ini merupakan cikal bakalnya Dekranasda lebih maju. Apalagi dapat dikatakan Lamongan ini baru merangkak, dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kemajuan di tahun selanjutnya dengan mengajak kabupaten tetangga,” harap Anis

Meskipun demikian, untuk menjaga profesionalisme tak tanggung-tanggung Dekranasda dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan menggandeng Juri berskala nasional yakni Kristin, penggiat kebaya sekaligus penulis, aktris Lulu Kurnia, dan Reny Widya Lestari selaku Ketua DPC IWAPI Kota Surabaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini