Sabtu, Mei 25, 2024

Bupati Lamongan Sharing Best Practice KKS Lamongan, Turut Dampingi Percepatan Penyelenggaraan KKS di Indonesia

Must read

Berdasarkan sumber dari Kementerian Kesehatan RI, Kabupaten/Kota Sehat (KKS) yang mulai diimplementasaikan di Indonesia sejak tahun 2005 menjadi salah satu indikator dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024, yang pada tahun 2024 ini ditargetkan sebanyak 420 kabupaten/kota telah menyelenggarakannya. Dalam perkembangannya, hingga pertengahan 2023 terdapat 347 kabupaten/kota tercatat telah menyelenggarakan KKS, sehingga diperlukan adanya percepatan terahadap 167 kabupaten/kota yang belum menyelenggarakan KKS di wilayahnya.

Sebagai salah satu kabupaten yang menyelenggarakan KKS sejak tahun 2010, Lamongan yang telah 100 persen ODF (Open Defecation Free) serta mampu mempertahankan Swasti Saba Wistara bertahun-tahun diminta untuk berbagi praktik baik (sharing best practice) penyelenggaraan KKS, dalam kegiatan Workshop Pendampingan Percepatan Penyelenggaraan KKS pada Rabu (1/11) secara virtual pada Provinsi Papua, dan pada 7 November nanti secara virtual di Provinsi Maluku Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan terkait pelaksanaan dan strategi yang dilakukan di Kabupaten Lamongan. “Terdapat 4 pilar Kabupaten Sehat yang menjadi kunci sukses pelaksanaan KKS di Kabupaten Lamongan, yakni dengan melaksanakan kegiatan dalam tatanan yang ini terdapat 9 tatanan yang telah ditetapkan, adanya forum masyarakat, tim pembina kabupaten, juga kebijakan pemerintah kabupaten yang mendukung,” terangnya.

Dalam pelaksanaan 9 tatanan dan titik pantau KKS, Lamongan memiliki berbagai macam program diantaranya Program Laserku (Lamongan Sehat Sejahtera dengan Kunjungan Rumah), Lesung Si Panji (Lepaskan Pasung Memanusiakan Pasien Jiwa), Samtaku (Sampahku Tanggung Jawabku), Gempur Saloka (Gerakan Bersih Lumpur Saluran dalam Kota), POL (Pasar Online Lamongan), Gerlamsesaku (Gerakan Lamongan Sehari Satu Buku), melaksanakan tatanan pariwisata yang sehat, tertib berlalu lintas, melaksanakan tatanan perkantoran dan perindustrian, Program Kesejahteraan Lansia, penanggulangan bencana dengan peringatan dini hingga pementukan desa dan sekolah tangguh, dan berbagai program lainnya.

“Alhamdulillah Lamongan sudah meraih predikat Swasti Saba Wistara sejak 2017 dan berhasil mempertahankan hingga saat ini. IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Lamongan juga meningkat menjadi 74,02 di tahun 2022 di atas rata-rata Jawa Timur bahkan Nasional, angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah juga semakin meningkat. ODF atau masyarakat yang buang air besar sembarangan juga sudah tuntas di tahun 2017. Jadi tentu melalui penyelenggaraan KKS ini akan membantu kabupaten/kota dalam melaksanakan tatanan kesehatan yang lebih baik di wilayah masing-masing,” tambah Bupati Lamongan.

Kabupaten/Kota Sehat (KKS) sendiri merupakan suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang kesemuanya ini dicapai melalui terselenggaranya penerapan seluruh tatanan dan kegiatan yang terintegrasi dan disepakati masyarakat bersama pemerintah daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article