Senin, Februari 9, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Bukan Sekadar Seremonial: Mengapa “Lamongan Economic Day 2025” Adalah Jawaban Konkret di Tengah Himpitan Akhir Tahun

PrameswaraFM – Akhir tahun selalu membawa dua rasa yang paradoks bagi warga Lamongan: antusiasme menyambut tahun baru, dan kecemasan melihat harga kebutuhan pokok yang mulai “terbang”.

Jujur saja, kita sering terjebak dalam acara-acara seremonial yang megah di spanduk tapi kosong dampak. Seminar yang pesertanya tertidur, atau pasar murah yang antreannya justru memicu kericuhan. Berangkat dari keresahan itulah, bersama KADIN Lamongan, BPR, dan Prameswara merumuskan sebuah eksperimen sosial-ekonomi bertajuk “Lamongan Economic Day 2025”.

Acara yang akan digelar Selasa, 23 Desember 2025 di Kantor KADIN Lamongan ini bukan sekadar “hura-hura” akhir tahun. Ini adalah intervensi strategis.

Mengapa Harus “3-in-1”?

Dalam teori ekonomi, kita mengenal istilah Seasonal Inflation (Inflasi Musiman). Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), demand bahan pokok naik, daya beli tertekan. Di sisi lain, dunia usaha sedang wait and see untuk merekrut karyawan baru, dan UMKM bingung menghadapi tren digital 2026.

Tiga masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan satu obat. Karena itu, Lamongan Economic Day 2025 membedah solusinya menjadi tiga fase dalam satu hari:

1. Intervensi Jangka Pendek: Pasar Murah (08.00 WIB) Ini adalah jaring pengaman sosial. Kita tahu harga beras dan minyak goreng adalah kontributor utama inflasi daerah. Dengan menggandeng DKPP, Disperindag dan subsidi dari sektor swasta, kita memotong rantai distribusi yang panjang agar warga bisa mendapat harga “pabrik”. Tujuannya sederhana: menjaga psikologis pasar agar tidak panik.

2. Solusi Jangka Menengah: Targeted Job Fair (09.00 WIB) Data BPS sering menunjukkan angka pengangguran terbuka didominasi oleh lulusan muda. Job Fair kali ini kita desain compact. Bukan ribuan lowongan fiktif, tapi lowongan real yang di dukung Disnaker dengan career hub-nya dan dari anggota KADIN Lamongan yang memang butuh tim untuk 2026. Kita ingin mempertemukan supply dan demand tenaga kerja lokal tanpa birokrasi yang berbelit.

3. Investasi Jangka Panjang: Workshop Digital (13.00 WIB) Ini menu utamanya. Kita tidak bisa lagi jualan dengan cara lama. Tahun 2026 adalah era Artificial Intelligence (AI). UMKM Lamongan harus paham cara pakai ChatGPT untuk CS, atau cara bikin konten TikTok yang convert jadi penjualan. Jika tidak beradaptasi, pasar lokal kita akan digerus produk impor yang marketing-nya lebih canggih.

Kolaborasi Pentahelix yang Nyata

Kritik terbesar Prameswara selama ini adalah ego sektoral. Pemerintah jalan sendiri, swasta jalan sendiri, media cuma nonton. Di event ini, kita dobrak sekat itu.

  • KADIN Lamongan membuka rumahnya sebagai hub konektivitas.
  • BPR masuk sebagai pilar literasi keuangan (agar UMKM tidak terjerat pinjol ilegal).
  • Media (Prameswara & Ronggohadi) berfungsi sebagai amplifier informasi dan pengawas pelaksanaan.

Sinergi ini penting. Sebuah kota kabupaten tidak akan maju jika para stakeholder-nya hanya sibuk rapat di ruang ber-AC tanpa turun ke lapangan.

Sebuah Undangan Terbuka

Tulisan ini bukan sekadar press release, tapi sebuah ajakan berpikir kritis. Apakah kita mau terus mengeluh soal ekonomi sulit, atau kita mau bergerak mengambil peluang?

Kami mengundang Anda—ibu rumah tangga, pencari kerja, hingga pemilik usaha—untuk hadir di Kantor KADIN Lamongan, 23 Desember 2025. Mari kita buktikan bahwa Lamongan punya resistensi ekonomi yang kuat. Kita belanja cerdas, cari kerja dengan pantas, dan belajar bisnis sampai tuntas.

Sampai jumpa di lokasi. Mari tutup tahun 2025 dengan optimisme yang terukur, bukan sekadar harapan kosong. (RFF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles