Senin, Februari 9, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Wajah Baru Plembon-Made: Dari Jalur Alternatif Disulap Jadi “Karpet Merah” Trans Jatim Koridor Lamongan

PrameswaraFM – Warga Lamongan patut bernapas lega. Jalur Plembon-Made yang selama ini dikenal sebagai rute alternatif untuk menghindari kemacetan kota, kini telah bertransformasi total. Bukan sekadar perbaikan tambal sulam, ruas jalan ini telah dinaikkan status dan kualitasnya menjadi jalan berstandar protokol provinsi.

Berdasarkan data teknis dari Dinas PU Bina Marga Lamongan dan tinjauan lapangan Bupati Yuhronur Efendi (Pak Yes) pada awal Januari ini, proyek ini bukan pembangunan biasa. Ini adalah pemerataan infrastruktur strategis.

Spesifikasi “Anti-Goyang”

Mari kita lihat data valid di balik proyek senilai Rp 5,7 Miliar ini. Apa saja yang berubah?

  1. Pelebaran Ekstrem: Dari yang sebelumnya sempit (4-5 meter) dan sering membuat pengendara was-was saat berpapasan, kini dilebarkan menjadi 7 meter.
  2. Konstruksi Rigid Beton: Menggunakan teknologi rigid pavement (beton kaku) setebal 20-30 cm yang dikenal memiliki durabilitas tinggi terhadap beban berat dan cuaca ekstrem (banjir/panas), jauh lebih awet dibanding aspal hotmix biasa.
  3. Panjang Ruas: Penanganan tuntas sepanjang 1.173 meter (1,1 KM).

Mengapa Rigid Beton? Dalam ilmu teknik sipil, konstruksi ini dipilih untuk jalan dengan High Traffic Load. Ini mengindikasikan bahwa Pemkab Lamongan memproyeksikan jalan Plembon-Made bukan lagi sebagai jalan desa, melainkan jalan utama yang akan dilalui kendaraan berat dan transportasi massal.

Visi Besar: Menyiapkan Jalur Trans Jatim

Inilah poin paling strategisnya. Peningkatan kualitas jalan ini adalah bagian dari Grand Design transportasi publik Jawa Timur.

Ruas Plembon-Made dipersiapkan secara khusus untuk menjadi jalur lintasan Bus Trans Jatim. Jika sebelumnya Koridor Trans Jatim telah menyentuh wilayah Pantura, jalur ini diproyeksikan untuk mendukung konektivitas rute Lamongan – Mojokerto.

Dengan jalan yang lebar dan mulus, operasional bus menjadi efisien, waktu tempuh terpangkas, dan kenyamanan penumpang terjamin. Ini adalah langkah maju Lamongan menuju Smart City yang terintegrasi.

Dampak Ekonomi & Sosial: Urat Nadi Baru

Jalan ini adalah kunci pembuka akses bagi wilayah Lamongan Selatan dan Barat (seperti Sugio, Kedungpring, hingga Babat) menuju pusat kota.

  • Bagi Pelajar & Pekerja: Jalur ini melewati kawasan pendidikan (sekolah/kampus) dan perkantoran. Pelebaran jalan berarti mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan di jam sibuk pagi/sore.
  • Bagi UMKM: Akses yang mudah otomatis meningkatkan nilai properti dan potensi niaga di sepanjang jalur Plembon-Made. Warung, bengkel, dan usaha jasa akan mendapatkan traffic konsumen yang lebih ramai.

Pernyataan Resmi

Dalam tinjauannya, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan komitmennya:

“Jalan ini kita siapkan mantap, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk menyambut Trans Jatim. Kita ingin mobilitas masyarakat lancar, ekonomi tumbuh, dan Lamongan semakin terkoneksi.”

Infrastruktur adalah Investasi

Prameswara FM melihat langkah ini sebagai investasi jangka panjang yang cerdas. Membangun jalan sebelum transportasi massal masuk adalah urutan yang benar. Kini, PR selanjutnya adalah perawatan. Mari kita sebagai warga turut menjaga fasilitas ini—salah satunya dengan mematuhi tonase kendaraan agar jalan “mulus” ini tetap awet hingga bertahun-tahun ke depan.(RFF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles