Rabu, April 15, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Takaran Pas, Kualitas Lolos Uji: Stok BBM Subsidi Lamongan Siap Hadapi Ramadhan

PrameswaraFM – Bulan Ramadhan selalu datang membawa dua hal: peningkatan aktivitas masyarakat dan ancaman klasik kelangkaan bahan bakar. Namun tahun ini, warga Lamongan bisa bernapas lega. Negara hadir lebih awal untuk memastikan urat nadi pergerakan ekonomi tidak terputus.

Di saat permintaan energi mulai merangkak naik menyambut puasa, kepanikan pasar seringkali dipicu oleh spekulasi stok yang menipis. Memotong rantai spekulasi tersebut, aparat penegak hukum tidak menunggu sampai antrean mengular di jalanan. Dilansir dari beritajatim.com Sat Reskrim Polres Lamongan bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) langsung turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Tujuannya hanya satu: memastikan stok BBM subsidi Lamongan tidak hanya ada di atas kertas, tapi benar-benar mengalir ke tangki kendaraan rakyat dengan kualitas dan harga yang semestinya.

Inspeksi Berlapis: Dari Tandon Hingga Nozzle Pompa

Operasi ini bukan sekadar formalitas basa-basi. Ini adalah audit lapangan yang presisi. Salah satu titik vital yang disisir adalah SPBU 54.622.24 di Jalan Basuki Rahmat, pusat pergerakan lalu lintas Lamongan.

Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Rizky Akbar Kurniadi, menyampaikan temuan lapangan dengan tegas. “Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, stok BBM di SPBU tersebut terpantau aman dan tidak ditemukan adanya kelangkaan. Harga jual juga masih sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Rizky, Kamis (19/2/2026).

Rizky memastikan struktur harga tetap solid tanpa permainan oknum: Pertalite bertengger di angka Rp10.000 per liter. Varian non-subsidi pun stabil, dengan Pertamax 92 di Rp11.800, Pertamax Green 95 di Rp12.450, Pertamax Turbo 98 di Rp13.400, dan Pertamina Dex di Rp13.500 per liter.

Namun, ketersediaan barang tidak ada artinya jika kualitasnya dikompromikan. Tim gabungan membuktikan komitmen perlindungan konsumen dengan uji kualitas langsung. Mereka menggunakan stik khusus yang diolesi pasta air dan mencelupkannya ke tandon Pertalite. Hasilnya? Bersih. Tidak ada campuran air, tidak ada zat asing. Penipuan oktan atau oplosan nihil ditemukan.

Selain kualitas, keadilan takaran juga diukur. Menggunakan bejana ukur standar Diskoperindag, petugas memverifikasi volume yang keluar dari nozzle pompa SPBU. Hasilnya presisi, sesuai dengan aturan metrologi legal. Setiap tetes yang dibayar masyarakat, itulah yang mereka dapatkan.

Pengawasan Tanpa Henti di Momen Krusial

Stabilitas suplai hari ini bukanlah jaminan untuk esok hari jika pengawasan mengendur. Ramadhan adalah maraton panjang selama satu bulan yang memicu lonjakan mobilitas, distribusi logistik, hingga tradisi mudik yang menuntut keandalan energi.

“Kami mengimbau pemilik SPBU agar mendistribusikan BBM bersubsidi sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Pengawasan akan terus dilakukan guna mencegah penyimpangan, terutama di momen meningkatnya kebutuhan masyarakat seperti awal Ramadan,” tegas AKP Rizky memberikan peringatan (warning) bagi para operator SPBU.

Langkah preventif yang diambil otoritas Lamongan adalah strategi taktis yang efektif. Dengan mengamankan stok energi sejak hari pertama puasa, pemerintah daerah tidak hanya menjaga stabilitas harga barang, tapi juga meredam potensi inflasi yang kerap menghantui momen Ramadhan.

Pertanyaannya sekarang: mampukah konsistensi pengawasan ini dipertahankan hingga puncak arus mudik Lebaran nanti? Publik Lamongan tentu berharap jawabannya adalah iya. (RFF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles