Sebuah hotel di Rumania menawarkan pengalaman unik bagi para tamunya. Hotel itu dibuat dari bongkahan besar batu es sehingga menawarkan suhu ruangan yang luar biasa dingin, namun juga menawarkan perlengkapan yang menghangatkan tubuh. 

Balea Lac Ice Hotel, begitu namanya. Di dalamnya ada 12 kamar yang diberi nama ibu kota-ibu kota besar di Eropa, seperti Berlin, London, Athena dan Amsterdam.

Hampir semua perabotan di sana, termasuk meja, kursi, lemari dan tempat tidur, terbuat dari bongkahan es dan salju, seperti halnya seluruh dinding dan langit-langitnya.

Namun bukan berarti pengunjung tidak bisa duduk di kursi atau berbaring di tempat tidur. Ada kulit domba yang melapisi perabotan itu, dan ada selimut termal yang bisa menghangatkan tubuh Anda.

Terletak di kawasan pegunung Carpathian, hotel es itu dibangun sejak 2005 dengan bongkahan-bongkahan es dari Danau Balea, yang terletak lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Kawasan pegunungan itu merupakan salah satu daerah paling bersalju di Rumania.

Setiap balok es yang digunakan untuk membangun hotel itu memiliki berat sekitar 30 kilogram dan hotel itu sendiri telah 16 kali dibangun ulang pada saat cuaca dingin.

Arnold Klingeis mengatakan, membangun hotel itu tidak mudah, terutama karena terjadinya pemanasan global.

“Kami mendapatkan lebih sedikit salju. Ada hari-hari di mana udara tidak cukup dingin untuk membangun dan kami terpaksa harus menunggu sampai dingin kembali, tetapi akhirnya kami berhasil melakukannya untuk kesekian kalinya pada tahun 2022 ini.

Pemanasan global akan menjadi tantangan besar untuk membangun hotel ini di tahun-tahun mendatang. Pemanasan global adalah masalah yang harus ditanggapi dengan lebih serius di seluruh dunia,” jelasnya.

Para tamu tiba di hotel dengan kereta gantung dan juga memiliki akses ke bar dengan gelas yang terbuat dari es dan restoran yang menyajikan masakan tradisional Transylvania untuk membantu mereka menikmati masa tinggal mereka.

Meskipun suhu di bawah titik beku di dalam hotel, seorang turis Irlandia yang hanya menyebut namanya Tom, dan rombongannya, merasa tidak kedinginan saat berada di dalamnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini