Pandemi covid-19 telah mendorong perubahan struktural yang sangat cepat di berbagai sektor, diantaranya pendidikan dan dunia kerja. Hal tersebut mengakibatkan peningkatan akses digital, dan menjadikan perkembangan yang pesat dalam digitalisasi.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, saat membuka seminar nasional pendidikan PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Lamongan pada Senin (21/11) di Aula Gajah Mada Pemkab Lamongan, bahwa persentase populasi pengguna internet saat ini mencapai 73,7 persen dengan 94,1 persen akses melalui handphone.

Hal positif yang bisa diambil dari digitalisasi ini dalam dunia pendidikan adalah dapat mendukung akses yang lebih mudah dan merata, serta mempersiapkan talenta digital yang terdidik, adaptif, dan berkualitas tinggi. 

Bupati Lamongan Yuhronur juga menyebut, talenta digital ini merupakan salah satu wujud SDM unggul yang dimiliki daerah, dimana SDM yang unggul dan berdaya saing ini merupakan misi Lamongan di bidang pendidikan yang bisa dilakukan dan diperoleh banyak hal.

“Alhamdulillah IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Lamongan termasuk tinggi. Kita semua harus bangga, karena itu berarti SDM kita baik, dan dengan SDM yang unggul ini kita bisa melakukan apa saja. SDM yang unggul akan memberikan solusi yang baik dan dapat memecahkan masalah di dalam keadaan apapun, termasuk di era digital ini,” ujar beliau.

Sementara itu, Bupati Yuhronur juga mengajak para guru untuk mewujudkan misi tersebut untuk menciptakan SDM Lamongan yang lebih baik, dan meningkatkan daya saing di era globalisasi.

“Saya ingin Lamongan ini akan selalu mampu menciptakan SDM-SDM yang unggul dalam berbagai bidang, dengan harapan layanan yang kita berikan akan dapat selalu merata hingga ke penjuru-penjuru Lamongan,” tambahnya.

Ketua PGRI Lamongan Adi Suwito yang turut hadir juga mengatakan, bahwa seminar nasional pendidikan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT PGRI ke-77 juga Hari Guru Nasional 2022, dengan tema Merdeka Belajar dalam Mewujudkan SDM Kompetitif di Era Digital.

“Kegiatan ini diikuti oleh 446 peserta dari unsur umum, guru TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan dosen perguruan tinggi,” ucap Suwito.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula Guru Besar Universitas Brawijaya Malang Qomariyatus Sholihah sebagai narasumber seminar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here