Prameswara FM – Realisasi penyerapan pupuk subsidi di Kabupaten Lamongan pada semester pertama 2025 masih jauh dari target. Hingga akhir Juni, distribusi pupuk baru menyentuh angka 30 persen dari total kuota yang disediakan pemerintah.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Yanuar, menjelaskan bahwa capaian ini jauh lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut, penyerapan pupuk pada periode yang sama biasanya bisa mencapai atau bahkan melampaui target.
“Penyerapan pupuk di semester awal ini hanya 30 persen. Tahun-tahun sebelumnya biasanya bisa lebih dari 50 persen,” kata Yanuar, Rabu (25/6/2025).
Menurutnya, rendahnya serapan pupuk kali ini disebabkan oleh cuaca yang tidak stabil. Curah hujan yang masih tinggi membuat sebagian besar petani, terutama di lahan tambak, belum bisa memulai musim tanam padi.
“Biasanya petani tambak sudah mulai tanam di awal semester, tapi karena hujan masih sering turun, mereka tertunda,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yanuar menegaskan bahwa rendahnya penyerapan pupuk ini akan berdampak pada alokasi di semester kedua. Ia memastikan tidak akan ada tambahan kuota pupuk karena realisasi di semester pertama belum memenuhi ambang batas minimal. (GN)



