PrameswaraFM – Lamongan kembali membuktikan diri sebagai kabupaten yang paling “Sat-Set” di Jawa Timur. Kali ini bukan soal panen padi, melainkan kesiapannya dalam menyambut program strategis nasional.
Berdasarkan laporan Beritajatim.com (27/1/2026), Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), secara khusus datang ke Desa Doyomulyo, Kecamatan Kembangbahu, untuk melihat langsung fisik bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hasilnya? Zulhas memberikan apresiasi tinggi karena Lamongan tercatat sebagai daerah dengan progres pembangunan KDMP terbanyak dan tercepat se-Jawa Timur.
Apa Itu KDMP dan Mengapa Penting?
Mungkin Sobat Prameswara bertanya, “Apa bedanya KDMP dengan KUD biasa?” Mari kita bedah secara singkat:
- Ekosistem Ekonomi Baru: KDMP didesain bukan hanya sebagai tempat simpan pinjam, tetapi sebagai Distributor Pangan Utama di desa.
- Penopang Program MBG: Fungsi vital KDMP adalah menjadi penyedia bahan baku (beras, telur, sayur) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jadi, uang program pemerintah itu berputarnya di desa sendiri, tidak lari ke pemodal besar kota.
- Kolaborasi TNI (Babinsa): Uniknya, pembangunan fisik KDMP ini melibatkan peran aktif TNI (Babinsa). Zulhas bahkan memuji Babinsa Lamongan yang bekerja luar biasa, tidak hanya mengawal keamanan tapi ikut “turun tangan” membangun infrastruktur ekonomi desa.
Lamongan Memimpin Jatim
Data berbicara. Saat kabupaten lain masih dalam tahap perencanaan, Lamongan sudah “tancap gas”:
- Terdapat 95 KDMP yang sudah aktif menjalankan proses bisnis.
- 13 Gerai fisik sudah rampung 100%.
- Total 301 titik lokasi koperasi sudah masuk dalam portal nasional dan siap dikebut pembangunannya.
Dalam kunjungannya, Menko Zulhas menegaskan, “Provinsi lain kalah sama Jawa Timur, dan di Jatim, kabupaten lain kalah sama Lamongan.” Ini adalah validasi bahwa etos kerja warga dan Pemkab Lamongan memang di atas rata-rata.
Dukungan Penuh Pemerintah Pusat
Agar KDMP ini tidak “mati suri” di tengah jalan, pemerintah pusat menyiapkan skema dukungan konkret:
- SDM Profesional: Setiap KDMP nantinya akan diperkuat oleh minimal 3 orang tenaga PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) untuk urusan manajerial dan administrasi.
- Mitra BUMN: Koperasi ini akan langsung dikoneksikan dengan BUMN pangan seperti Bulog, ID FOOD, dan Pupuk Indonesia untuk jaminan pasokan barang.
Peluang Emas Ekonomi Desa
Bagi kita masyarakat Lamongan, ini adalah peluang emas. Kehadiran KDMP di Doyomulyo dan ratusan desa lainnya adalah sinyal bahwa pusat pertumbuhan ekonomi sedang digeser ke desa.
Tantangannya sekarang adalah partisipasi kita. Jangan biarkan koperasi ini hanya jadi bangunan seremonial. Mari kita manfaatkan, kita awasi, dan kita hidupkan transaksinya agar slogan “Dari Desa untuk Indonesia” benar-benar terwujud di Bumi Joko Tingkir. (RFF)



