Kamis, September 24, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Bukan Sihir, Ini Psikologi: Oz Pearlman Ungkap Rahasia “Membaca Orang” untuk Kesuksesan Karir dan Bisnis

PrameswaraFM – Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana seorang mentalis bisa mengetahui apa yang Anda pikirkan, atau apakah klien Anda sedang berkata jujur? Ternyata, kuncinya bukan pada kekuatan supranatural, melainkan pada kemampuan observasi tingkat tinggi dan psikologi perilaku.

Hal ini diungkapkan oleh Oz Pearlman, mentalis kenamaan dunia yang juga mantan pialang Wall Street, dalam wawancaranya di podcast “The Diary Of A CEO”. Pearlman membagikan bahwa kemampuan “membaca pikiran” sejatinya adalah keterampilan “membaca orang” (reading people) yang bisa dipelajari oleh siapa saja untuk meningkatkan karir dan hubungan sosial.

Bukan Sekadar Trik, Tapi Observasi Dalam dunia bisnis dan media, memahami lawan bicara adalah aset vital. Pearlman menjelaskan bahwa ia tidak benar-benar membaca pikiran, melainkan membaca nuansa kecil.

“Saya merekayasa balik pikiran manusia selama tiga dekade. Ini bukan sihir, ini tentang mengetahui bagaimana orang berpikir,” ujar Pearlman. Salah satu contoh sederhana yang ia bagikan adalah teknik pendekatan. Mendekati seseorang secara frontal dengan tatapan dua mata bisa memicu respons ancaman alamiah (predator response). Sebaliknya, mendekati dengan sudut miring (at an angle) akan membuat lawan bicara merasa lebih aman dan terbuka secara psikologis.

Mendeteksi Kebohongan dengan “Benchmark” Bagi para profesional yang sering melakukan negosiasi atau wawancara, Pearlman membagikan teknik mendeteksi kebohongan. Kuncinya adalah menetapkan “tolok ukur” atau baseline.

Anda harus mengenali perilaku seseorang saat mereka berkata jujur—perhatikan ritme bicara, detail cerita, dan bahasa tubuhnya. Jika pada topik sensitif perilaku mereka menyimpang jauh dari pola baseline tersebut, itu bisa menjadi indikasi adanya ketidakjujuran.

Memori adalah Mata Uang Sosial Salah satu poin menarik yang relevan bagi pelaku industri jasa adalah kekuatan memori. Pearlman menekankan bahwa mengingat detail kecil tentang seseorang adalah cara tercepat membangun kepercayaan.

Ia menyarankan teknik sederhana: segera catat detail percakapan (seperti nama anak atau hobi) di ponsel sesaat setelah pertemuan berakhir. Saat Anda menyebutkan detail itu kembali di pertemuan berikutnya, dampaknya sangat luar biasa. “Orang akan merasa seperti memenangkan lotre ketika Anda mengingat hal kecil tentang mereka,” tambahnya.

Mengatasi Rasa Takut Ditolak Pearlman juga menyoroti bahwa penghalang terbesar kesuksesan bukanlah kurangnya bakat, melainkan ketakutan akan penolakan (fear of rejection). Sebagai solusi, ia menggunakan teknik alter ego. Ia memisahkan diri pribadinya dari diri profesionalnya. Jika ada penolakan dalam pekerjaan, ia menganggap yang ditolak adalah “karakter panggung”-nya, bukan dirinya secara pribadi. Hal ini menjaga mental tetap sehat dan profesional.

Wawancara ini menegaskan bahwa kemampuan komunikasi, empati, dan observasi adalah soft skills yang krusial di era digital saat ini, baik untuk seorang penyiar, pebisnis, maupun pemimpin perusahaan. (RFF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles