Hilirisasi industri jalur Gerbang Kartosusila khususnya di Kabupaten Lamongan dikupas dalam seminar nasional BEM Pesantren se-Indonesia yang berlangsung di auditorium Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD), Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Rabu, (14/8).
Presiden BEM INSUD, Rizka Bintang Agus Satriya, mengatakan hilirisasi industri jalur Gerbang Kartasusila khususnya Kabupaten Lamongan memiliki banyak potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Besarnya potensi itu, menurutnya, harus di kontrol oleh semua pihak termasuk mahasiswa, agar keberjalanan hilirisasi industri dikawasan Lamongan sesuai koridor perencanaan tanpa merugikan masyarakat.
“Hilirisasi industri di kawasan industrialisasi Lamongan harus terus dikontrol oleh semua pihak agar pelaksanaanya bisa menjadi berkah bagi masyarakat sekitar,” Rabu (14/8)
Sementara itu sekrtaris DPC HNSI kabupaten Lamongan, Makmun Murod memastikan jika pihaknya mendukung upaya hilirisasi di Kabupaten Lamongan khususnya di kawasan pantura, meliputi Kecamatan Paciran dan Brondong yang merupakan plot area industrialisasi.
“HNSI Lamongan tentu mendukung upaya Hilirisasi industri di kawasan pantura. Namun meski begitu, kami berharap pelaksana hilirasi harus dapat saling menguntungan antara pengusaha dengan nelayan,” Terangnya
Sebagai tambahan informasi bahwa dalam acara tesebut hadir juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Anang Taufik, Kepala Badan perencanaan, penelitian dan pengembangan daerah, Sudjarwo, Pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan serta salah satu pengusaha muda sukses asal Lamongan, Dirham Aksara.



