Jumat, September 11, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Jawa Timur Mengukir Sejarah: Upacara Hari Pramuka di Atas Kapal Perang, Sebuah Manifestasi Visi Maritim yang Kritis dan Dinamis

PrameswaraFM – Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Jawa Timur tidak hanya menjadi sebuah perayaan, tetapi juga sebuah pernyataan strategis yang menegaskan kembali identitas maritim bangsa. Melampaui tradisi upacara di Gedung Negara Grahadi, tahun ini Jawa Timur mencetak sejarah sebagai provinsi pertama yang menggelar upacara di laut, tepatnya di Dermaga Ujung Koarmada II, Surabaya. Langkah ini, yang diinisiasi oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, bukan sekadar pergeseran lokasi, melainkan sebuah gagasan kritis dan edukatif yang mendalam, dirancang untuk menanamkan pemahaman akan pentingnya laut sebagai masa depan bangsa kepada generasi muda seperti dikutip dari beritajatim.com.

Menegaskan Kembali Jati Diri Maritim: Dari Darat ke Laut

Keputusan untuk merayakan Hari Pramuka di atas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Surabaya 591 adalah manifestasi konkret dari visi kepemimpinan yang progresif. Ini adalah upaya untuk mendekatkan Pramuka dengan realitas geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Gubernur Khofifah Indar Parawansa, sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Jatim, melihat perayaan di laut sebagai sarana edukasi kebangsaan yang efektif. Di era yang penuh disrupsi dan tantangan global, penanaman nilai-nilai kemaritiman sejak dini menjadi krusial. Ini bukan hanya tentang menumbuhkan rasa cinta pada alam, tetapi juga memahami bahwa laut adalah sumber kehidupan, sumber ekonomi, dan penopang kedaulatan bangsa.

Pramuka Sebagai Garda Depan Ketahanan Bangsa

Perayaan ini juga menjadi momentum untuk menyoroti peran strategis Pramuka dalam membangun ketahanan bangsa. Dengan tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, perayaan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Laut. Peserta upacara, yang terdiri dari 1.500 anggota Pramuka, tidak hanya berbaris dan mengibarkan bendera merah putih, tetapi juga diajak merasakan pengalaman berharga menaiki kapal perang. Pengalaman ini dirancang untuk menumbuhkan jiwa patriotisme dan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan kedaulatan maritim Indonesia.

Lebih dari itu, perayaan ini menjadi panggung untuk aksi nyata. Pembagian paket sembako untuk nelayan dari atas KRI Surabaya 591 menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka bukan hanya simbolis, tetapi juga memiliki peran sosial yang konkret. Hal ini sejalan dengan pesan Gubernur Khofifah yang mendorong Pramuka untuk menjadi garda depan dalam menguatkan persatuan, membantu masyarakat, dan menjaga lingkungan. Ia bahkan mengusulkan program “Bersih-Bersih Pantai” di minimal 80 pantai sebagai simbol semangat kemerdekaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dari Gagasan Menjadi Pergerakan: Masa Depan Pramuka Jatim

Apa yang terjadi di Dermaga Ujung Koarmada II bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah pemicu pergerakan. Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jatim, Arum Sabil, menekankan bahwa acara ini bertujuan agar generasi muda tidak hanya tahu, tetapi juga mengenal laut. Ia menegaskan, laut adalah identitas dan masa depan bangsa, dan Pramuka harus menjadi bagian dari solusi, bukan polusi, bagi ekosistem laut.

Melalui perayaan yang inovatif dan sarat makna ini, Jawa Timur tidak hanya merayakan ulang tahun Gerakan Pramuka. Provinsi ini juga meresmikan sebuah visi baru, di mana Pramuka tidak lagi hanya berorientasi pada daratan, tetapi juga sepenuhnya merangkul lautan. Ini adalah panggilan bagi seluruh anggota Pramuka dan generasi muda Indonesia untuk mengukir sejarah, menjaga kedaulatan, dan memastikan bahwa laut kita tetap lestari dan menjadi sumber kesejahteraan bagi bangsa. (RFF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles