Video kemunculan Harimau Jawa di sejumlah daerah hutan Jawa menarik perhatian banyak peneliti. Video penampakan yang diduga Harimau Jawa di Gunung Pegat Lamongan Jawa Timur, viral di media sosial. 

Walau fakta rekaman yang tersebar di Instagram pada bulan Desember 2022, masih diragukan keasliannya. Pasalnya dari bentuk loreng dan moncongnya harimau bukanlah ciri dari spesies Harimau Jawa. Namun kemunculan Raja Rimba Jawa belakangan ini sering bermunculan, dan masih menjadi misteri hingga saat ini.

Sebagian ahli satwa liar meyakini Taman Nasional Meru Betiri di Jawa Timur sebagai habitat terakhir bagi Harimau Jawa. Pada awal tahun 1990-an, TN Meru Betiri yang didukung WWF Indonesia berinisiatif memasang kamera jebak (camera trap) untuk memastikan Harimau Jawa yang masih tersisa. Kamera Jebak pun di pasang di 19 titik yang diduga menjadi daerah perlintasan harimau Jawa.

Pemantauan tersebut dilakukan selama setahun penuh dari Maret 1993 hingga Maret 1994. Survei terhadap jejak dan kotoran (faeces) yang ditinggalkan Harimau Jawa juga masih dilakukan. Hasil pemantauan selama setahun tersebut, tak satu pun foto dan jejak Harimau Jawa berhasil ditemukan. Bahkan, berdasarkan hasil survei tersebut, IUCN (1996) secara resmi menyatakan bahwa Harimau Jawa telah punah dari muka bumi untuk selamanya.

Namun, pada 25 Agustus 2017, Harimau Jawa tertangkap kamera petugas di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang. Petugas menduga bahwa itu adalah Harimau Jawa, karena Taman Nasional Ujung Kulon merupakan habitat kucing besar tersebut. Namun pada 1950-an, ketika populasi Harimau Jawa hanya tinggal 25 ekor, sekitar 13 ekor berada di Taman Nasional Ujung Kulon.

Peneliti Mamalia (Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi-LIPI) Dr Gono Semiadi, dalam artikelnya Harimau Jawa: Dimanakah Dirimu (2014), menyatakan Harimau, pada intinya akan hidup dengan baik dan alami apabila cukup tutupan hutannya, tersedia air dan makanan. Untuk Harimau Jawa, habitat hidupnya dapat mencapai pada wilayah yang cukup tinggi curah hujannya.

Kepunahan harimau Indonesia dimulai dari punahnya harimau bali dan dilanjutkan dengan harimau Jawa. Pada tahun 1976, harimau Jawa (panthera tigris sondaica), hanya tinggal 3-5 ekor dan semuanya bertempat di suaka alam Meru Betiri, Jember, Jawa Timur. Sejak tahun 1980an, populasi macan Jawa tersebut diasumsikan telah punah.

Jika dahulu harimau dianggap hama dan harus dibunuh, saat ini harimau yang muncul dianggap jelmaan Prabu Siliwangi. Kisah keberadaan Harimau Jawa ini memang seperti turun temurun. Bahkan, banyak yang mengatakan sosok harimau tersebut adalah jelmaan. Soalnya, sering dikaitkan dengan kisah Prabu Siliwangi.

Karenanya, begitu menerima laporan warga Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung yang mengaku melihat kucing besar yang diduga sebagai harimau Jawa , kata Joko, tim langsung bergerak. Laporan yang disertai bukti jejak telapak kaki binatang tersebut, masuk pada akhir tahun 2020.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini