Penyelenggara Haji dan Umrah Kementrian Agama (PHU Kemenag) Lamongan mengestimasikan 1.700 calon jamah haji (CJH) berangkat tahun ini. Kasi PHU Kemenag Lamongan,  Abdul Ghofur, mengatakan, kuota haji tahun ini kembali ke jumlah normal sebelum pandemi Covid-19.

Namun, kuota 221 ribu bagi warga Indonesia belum dibagi kuotanya bagi provinsi dan kabupaten. Mengacu sebelum pandemi, Ghofur memerkirakan Jawa Timur mendapatkan kuota 35 ribu CJH.

‘’Saya estimasi Lamongan kemungkinan sesuai tahun sebelumnya, estimasi 1.700 jamaah, tapi demikian menunggu kepastian secara regulasi,’’ jelasnya.

Terkait wacana rasional biaya haji tahun ini, Ghofur mengatakan belum ada kepastian secara resmi. Kemenag menunggu keputusan presiden.

Namun, menurut dia , wacana tersebut pernah didiskusikan dalam forum mudzakarah para pakar ahli biaya haji. Real cost jamaah haji Indonesia tahun lalu Rp 102 juta.

Selama ini, ada pembayaran awal Rp 25 juta. Kemudian ada pelunasan biaya haji secara resmi yang bila dihitung total Rp 42 juta. ‘’Kita lihat dengan perbandingan real cost haji. Subsidi dari nilai manfaat sangat banyak, hampir Rp 60 juta subsidi pemerintah,’’ jelasnya.

Menurut Ghofur, pemerintah akan menjadikan  sebuah kajian apakah ada penyesuaian biaya haji atau disesuaikan real cost. ‘’Kita tunggu saja penyesuaian ini, masih tahap kajian,’’ ucapnya.

Terkait kebijakan usia lanjut, di atas 65 tahun yang di musim haji tahun ini bisa diberangkatkan, Ghofur merespons baik. ‘’Calon jamaah haji Lamongan umur 65 tahun ke atas, kemungkinan sekitar 35 persen,’’ ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini